Hidup memang tak selalu sama dan sesuai dengan apa yang kita harapkan, karena skenario kehidupan bukanlah kuasa yang kumiliki. Malam ini, mengeja kembali kalimat yang menjadi kenangan. Membuka sepenggal cerita seorang anak yang dibesarkan dikeluarga yang tidak utuh (brokenhome) dan bodohnya ia terjebak dalam belenggu, banyak kekhawatiran yang membuat ragu untuk melangkah, sehingga menciptakan rasa takut. Perasaan-perasaan itu terus mewarnai hari-hari menjadikannya kelabu. “Aku hanya takut gagal, takut mengulang kesalahan yang sama. Aku pernah patah sampai nyaris tak berbentuk, pernah bertahan tapi terhempas.” Hari-hari berlalu seolah langit runtuh menimpa sampai tak percaya lagi selepas badai, beruntung seseorang datang menyadarkan bahwa setiap pertemuan dan perpisahan Tuhan telah mengaturnya dengan sangat rapih. Tuhan tidak sedang berlaku tidak adil tapi tengah mengajarkan tentang bab merelakan agar kita bisa menari bersama hujan. Iya, seseorang itu kamu. Kadang kakinya letih melang...
will never give up to be a spring water