Sebenarnya tidak pernah ada alasan yang terucap tentang apa yang terjadi. Ketika kesetiaan diuji dengan meluluhkan segenap jiwa akan sebuah penghianatan. Itu bukan alasan tapi kepalsuan, kebenaran yang didustakan. Berkali-kali dilakukan, tapi tak pernah berhasil, yang pada akhirnya kembali harus mengakui merindukan sosok yang sama. Tidak tertuliskan lagi harapan. Terlambat! Sebuah warna telah digoreskan bersama takdir yang menjadi pilihan. Kembali diam tanpa ada kata yang terucap, memahami setiap makna keheningan, menduga dalam kesunyian. Tidak beranjak kemanapun, hingga tiba waktunya, benar-benar menghilang. Dan semua terlukis apik dalam memori ingatan, tak tersentuh. Aku menyesal , ujarnya. Gemercik suara hujan malam ini, menemani sendunya tangis. Aku membiarkan waktu membawaku. Alasannya hanya satu yaitu kamu. Kamu yang selalu menjadi penantiannku, kamu yang dulu memberikan kebahagian itu kemudian menghantam, meluluhlant...
will never give up to be a spring water