Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

I Choose You

Perjalanannya masih jauh, masih panjang. Banyak sekali yang patah. Banyak sekali yang gagal. Dan banyak sekali yang berakhir dengan “ya udahlah ... mau gimana lagi?”. Butuh banyak waktu untuk sembuh, ada banyak sekali keributan di kepala yang rasanya ingin dibagi sedikit saja dengan orang lain. Tapi rasanya ... lebih baik menyimpannya sendirian daripada membagikannya pada mereka yang tidak mau memahami keadaan. Mungkin nanti aku akan mencoba lebih membuka diri dan menulisakan harap lagi tapi tidak hari ini. Beberapa kegagalan juga perlu peratapan secukupnya, bukan?. Ahhhh sudah lama sekali deraian air mata ini tertahan dan kali ini aku menumpahkannya bersama derasnya air hujan. Do you need hug? What? Sontak suara dan rangkulan itu membuat aku tersadar dari lamunan panjang masa lalu, seraya membalikan diri, memandang bingung sosok dengan berwajah sendu yang berdiri tegap didepanku. Ternyata sedarilama dia memperhatikanku, hanya karena aku sedang asyik dengan duniaku, sehingga tidak...

She used to be mine

She's imperfect but she tries She is good but she lies She is hard on herself She is broken and won't ask for help ..... Hanum, Bagaimana kau menjadi ranum ketika namamu seindah hanum? Dunia yang berbeda, orang dapat tersenyum akan keramaian sedang duniaku riuh dalam kesunyian.  Tak perlu membagi karena suatu yang tak harusku bagi. Aku muak akan setiap keluh kesah banyak orang akan kehidupannya. Boleh aku memaki? mengumpat? Atau bahkan memberontak? Aku juga ingin menangis, berteriak, namun siapa yang akan peduli? who am i? From the very beginning, I realized I saw the world differently than everyone else.  Ada rasa lelah yang aku sendiri tidak tahu untuk mendefinisikannya. Mereka hanya dapat beropini dengan tanpa tahu lebih jauh tentangku. Yash!... aku anak egois, tidak punya hati. Semua hal itu mereka judge-kan. Kau tau bagaimana aku merespon setiap pandangan tersebut? Jelas saja aku tertawa. Bagiku mereka lucu. Dan aku pasti akan mengatakan dengan lantangnya bahwa “A...

Life as I see it

 Aku mengenalmu melalui kata-kata, dan aku merasa cukup dengan itu. Pertemuan kita adalah pertemuan antar pikiran. Dan aku merasa cukup dengan itu. Aku mengenalmu melalui kata-kata, cara berpikir yang aku sukai sejak pertama kali membaca. Setiap ejaan hurufnya aku kenali, aku mengenalmu melalui kata-kata. Pada setiap rasa yang kamu sematkan dalam cerita. Aku jatuh cinta pada kata-kata. Pada setiap hal yang kamu tuangkan, aku seolah-olah menjadi samudera dan selalu siap menerima apapun itu. Ketika aku bertemu langsung denganmu, aku tak menyangka jika pembawaanmu seperti itu.  Aku tidak mengenalmu dalam pertemuan pertama, pertemuan selanjutnya ketika diskusi semakin hangat. Aku tahu, kamu sedang membacakan isi pikiranmu. Dan aku diam saja, seperti membaca setiap tulisanmu. Jika aku jatuh cinta pada tulisanmu pertama-tama, itu bisa jadi alasan yang cukup kuat untuk aku mengenal pikiranmu.  Sampai pada suatu hari kita pertama bertemu, kita seolah-olah telah saling mengenal la...