Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Tentang puzzle waktu yang hilang

Suatu hari matahari tak muncul lagi di pagi hari, saat itu aku bertanya-tanya mengapa. Apa aku bangun kepagian? Atau langit sedang bersekongkol menggagalkan pertemuan? Sudah pukul enam, matahari tak kunjung melihatkan tanda. Bahkan langit tetap hitam dengan bintang-bintangnya. Aku kembali duduk menunggu matahari. Sudah pukul sepuluh dan langit tetap gelap penuh bintang. Apa matahari benar tidak akan pernah terbit lagi? Apa benar matahari sudah pergi? Lalu, aku menyadari bahwa kemarin aku tak sempat memerhatikan senja yang sangat cantik. Aku tidak tahu bila itu adalah senja terakhir. Benar adanya bahwa kita akan merasai betapa berharganya sesuatu saat sesuatu itu hilang. Hari ini aku menyadari bahwa aku lupa memberikan salam kepada matahari kemarin sore. Aku sibuk dengan duniaku sendiri hingga lupa bahwa waktu sudah malam. Aku tidak sempat melihat senja itu tenggelam. Aku juga tidak sempat menikmati detik-detik perpisahan. Karena perpisahan itu benar tidak ada kata pamitan...

Ubah selayaknya kelabu, Duniaku.

Pagi kali ini, berbeda dari sebelumnya. Rumah ini semakin sunyi, tak ada orang selain aku. Lelaki hebatku yang biasanya selalu menyapa dengan senyuman terindah yang selalu kulihat, nyatanya ikut menghilang. aku bergegas mandi kemudian bersiap pergi ke sekolah. Biasanya hari ini ada hari istimewa dimana aku akan medapatkan banyak hadiah, bercerita panjang lebar tentang apa yang menjadi keberhasilanku selama sekolah satu semester itu. menyambut dengan canda tawa. Aku takkan menunjukkan kepada siapapun hasil yang aku dapat sebelum Kakek melihatnya. sudah hampir dua minggu Lelaki hebatku terkulai lemah diruang kamar yang serba putih dan dipenuhi dengan obat-obatan.  Perjalananku menuju kesekolah tampak begitu panjang dan lama sekali,entah apa yang sedang menjadi bayangan pikiran dan kekhawatiranku kali ini. Seperti biasa aku akan selalu berusaha menepati janji bahwa aku akan selalu menjadi juara kelas. setelah usai pembagian rapor tiba - tiba, ada sosok yang aku kenal kemudian ia...

Gadis Kecil itu, Hanum

Gadis kecil itu bernama, Hanum Irvana Mahesa Putri. Tapi saat beranjak remaja, ia lebih suka dipanggil Hanum. Bukan mengikuti nama artis atau kebanyakan orang terkenal. Tapi ia menganggap bahwa "Hanum" memiliki makna arti dari Langit sore. itulah sebabnya dia sebagai penikmat senja, selain itu dia juga menyukai hujan. Setiap orang memiliki alasan tersendiri atas apa yang mereka suka dan tidak suka. Termasuk hanum, dalam hening merindu. Hanum, seorang yang berjiwa bebas. ia selalu ingin melakukan perjalanan melangkah menyebrangi lautan samudera. bukan karena atas nama permintaan siapapun. lebih karena ia menuliskannya sedari dimasa silam sebelum ia berjalan dengan dia, kamu ataupun mereka. ... aku bermimpi, terbang tinggi mewujudkan banyak mimpi yang telah tertuliskan, ujarnya diam. _________________________________ Hai Hanum, begitulah orang sering menyapa. gadis yang tumbuh dari bayang - bayang pilu masa lalu kedua orangtuanya lebih tepatnya sebagai anak ...