Langsung ke konten utama

Ubah selayaknya kelabu, Duniaku.

Pagi kali ini, berbeda dari sebelumnya. Rumah ini semakin sunyi, tak ada orang selain aku. Lelaki hebatku yang biasanya selalu menyapa dengan senyuman terindah yang selalu kulihat, nyatanya ikut menghilang. aku bergegas mandi kemudian bersiap pergi ke sekolah. Biasanya hari ini ada hari istimewa dimana aku akan medapatkan banyak hadiah, bercerita panjang lebar tentang apa yang menjadi keberhasilanku selama sekolah satu semester itu. menyambut dengan canda tawa. Aku takkan menunjukkan kepada siapapun hasil yang aku dapat sebelum Kakek melihatnya. sudah hampir dua minggu Lelaki hebatku terkulai lemah diruang kamar yang serba putih dan dipenuhi dengan obat-obatan. 

Perjalananku menuju kesekolah tampak begitu panjang dan lama sekali,entah apa yang sedang menjadi bayangan pikiran dan kekhawatiranku kali ini. Seperti biasa aku akan selalu berusaha menepati janji bahwa aku akan selalu menjadi juara kelas. setelah usai pembagian rapor tiba - tiba, ada sosok yang aku kenal kemudian ia menghampiriku, mengajak bergegas untuk segera pulang. tidak ada kalimat lain yang diucapkannya, hanya mengatakan bahwa ia ditugaskan untuk menjemputku pulang saat itu. aku juga enggan bertanya dan hanya mengikuti langkah. padahal biasanya akan selalu ada banyak pertanyaan pada siapapun. Kali ini berbeda, seperti akan ada sesuatu yang hilang, namun entahlah. Pikirku aku harus segera pulang, berganti baju dan datang ke rumah sakit, ada banyak cerita yang ingin aku ceritakan padanya, lelaki hebatku.

Aku terpaku ketika tiba di perkarangan rumah, begitu banyak orang dan berkibar bendera warna kuning. muka merah akibat terik matahari menjadi pucat bersama dengan kebingungan yang mendera. Ada apa?

Semua orang yang ada memandangku dengan penuh haru, dan aku hanya menjadi patung, dengan tidak setetes air matapun keluar mengalir. bahkan sampai aku menuliskan perihal ini, bayangnya masih jelas, aku melihat senyum indah itu meski sekujur tubuhnya sudah kaku, dengan mata yang tertutup. aku tidak tau apa yang harus aku lakukan. ada banyak rasa dengan kegundahan.

Aku kehilangan dia yang aku cinta.

Sejak hari itu, hanum tumbuh menjadi sosok yang acuh, dan ia tau bahwa  dia tidak dapat meletakkan kepercayaan pada siapapun, sendiri dalam keheningan.

Hidup ini serupa menjalani jalan yang panjang dan sunyi, bahkan karena tenangnya tidak didapati seorang pun berpapasan denganku di jalan itu. Jalan yang disamping kanan dan kirinya adalah persawahan yang luas dan tampak dari jauh gunung-gunung yang indah.

Angin yang mengalir begitu menyejukan dan panas matahari yang tidak begitu terik. Sepanjang sapuan mata, terlihat langit yang begitu biru. Begitu indah, hanya saja sunyi.

Di tengah segala nikmat yang ada disekitar perjalanan itu, kesunyian itu menjadi-jadi. Keindahan yang tampak di depan mata itu terasa begitu mencekam. Sebab tak seorang pun ada di jalan itu, tidak ada orang lain.

Aku tidak bisa menceritakan segala keindahan itu. Angin yang sejuk itu serasa membawa kematian, kematian bagi harapan. Persawahan yang luas siap menjadi pemakanan untuk semua impian-impian yang tumbuh dalam perjalanan.

Dan tangisanku pun pecah dalam kesunyian.

Mungkin, Ada begitu banyak kesunyian yang harus dihadapi oleh orang-orang yang sedang berjuang. Ada begitu banyak kesepian yang harus dihuni oleh orang-orang yang sedang mencari. Dari ribuan kesalahan di waktu yang lalu, di tengah kekhawatiran apakah masih ada waktu, di antara begitu banyak tanya dari orang-orang yang sekedar ingin tahu, mereka harus bertahan untuk tetap yakin.

x

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Choose You

Perjalanannya masih jauh, masih panjang. Banyak sekali yang patah. Banyak sekali yang gagal. Dan banyak sekali yang berakhir dengan “ya udahlah ... mau gimana lagi?”. Butuh banyak waktu untuk sembuh, ada banyak sekali keributan di kepala yang rasanya ingin dibagi sedikit saja dengan orang lain. Tapi rasanya ... lebih baik menyimpannya sendirian daripada membagikannya pada mereka yang tidak mau memahami keadaan. Mungkin nanti aku akan mencoba lebih membuka diri dan menulisakan harap lagi tapi tidak hari ini. Beberapa kegagalan juga perlu peratapan secukupnya, bukan?. Ahhhh sudah lama sekali deraian air mata ini tertahan dan kali ini aku menumpahkannya bersama derasnya air hujan. Do you need hug? What? Sontak suara dan rangkulan itu membuat aku tersadar dari lamunan panjang masa lalu, seraya membalikan diri, memandang bingung sosok dengan berwajah sendu yang berdiri tegap didepanku. Ternyata sedarilama dia memperhatikanku, hanya karena aku sedang asyik dengan duniaku, sehingga tidak...

goals, growing and glowing

Waktu terbaik untuk mengunjungi Polandia adalah Mei - September. bulan-bulan ini memiliki cuaca paling hangat dan lembap sepanjang tahun, dengan kemungkinan curah hujan yang meningkat pada bulan-bulan musim panas. Kemeriahan menjelang Natal adalah hiburan yang sempurna dari langit suram dan suhu dingin yang dibawa bulan Desember ke polandia. Pasar-pasar meriah menerangi alun-alun kota di seluruh negeri. Namun, Pasar Natal Barbican di Warsaw adalah yang paling menonjol. Dengan latar rotunda bata merah menyala, pasar ini penuh akan kios-kios yang menjual kerajinan tradisional, kue, dan wine rempah agar Anda tetap hangat saat menjelajah. Di Krakow, bulan Desember dimulai dengan Christmas Cribs, suatu kompetisi untuk mencari tahu siapa yang dapat membangun crèche Natal yang paling indah. Akan ada salju di mana-mana, jadi pastikan untuk membawa pakaian musim dingin yang paling hangat dan sepasang sepatu bot tahan air. Akan ada juga banyak pest...

Me, My Self and I

Alunan nada rintikan hujan malam ini memberikan ketenangan dengan lantunan melodinya yang begitu indah. Banyak orang yang bilang bahwa umur 20-29 tahun sebagai fase pembuktian. Fase dimana paling tidak ada dua life-crisis yang harus dilewati oleh setiap orang. Krisis setelah lulus dan mulai masuk ke dunia profesional dan krisis memutuskan untuk menikah dengan siapa. Ditengah ramainya dunia maya membahas kegalauan dan romantisme usia 20+, banyak yang lupa bahwa di tahap yang sama mereka harus berjuang membuktikan diri kepada dunia tentang siapa dia. Tentang peran apa yang dia ambil di masyarakat yang majemuk ini. Apakah dia menjadi sampah masyarakat, menjadi orang biasa, atau menjadi orang yang ahli? Selepas kita selesai sekolah yang sangat panjang, kurang lebih 16 tahun sejak masuk TK. Kita akan menyadari bahwa kita harus mengambil satu peran yang kemudian akan kita mainkan seumur hidup. Peran itu mungkin dulu pernah mengema menjadi cita-cita kita semasa kecil. Mainkanlah peran ...