Langsung ke konten utama

goals, growing and glowing

Waktu terbaik untuk mengunjungi Polandia adalah Mei - September. bulan-bulan ini memiliki cuaca paling hangat dan lembap sepanjang tahun, dengan kemungkinan curah hujan yang meningkat pada bulan-bulan musim panas.

Kemeriahan menjelang Natal adalah hiburan yang sempurna dari langit suram dan suhu dingin yang dibawa bulan Desember ke polandia. Pasar-pasar meriah menerangi alun-alun kota di seluruh negeri. Namun, Pasar Natal Barbican di Warsaw adalah yang paling menonjol. Dengan latar rotunda bata merah menyala, pasar ini penuh akan kios-kios yang menjual kerajinan tradisional, kue, dan wine rempah agar Anda tetap hangat saat menjelajah.

Di Krakow, bulan Desember dimulai dengan Christmas Cribs, suatu kompetisi untuk mencari tahu siapa yang dapat membangun crèche Natal yang paling indah. Akan ada salju di mana-mana, jadi pastikan untuk membawa pakaian musim dingin yang paling hangat dan sepasang sepatu bot tahan air. Akan ada juga banyak pesta dan kembang api pada Malam Tahun Baru, ditambah konser istimewa di Krakow Philharmonic.

Saat ini minggu pertama di awal tahun sangat sepi di Polandia. Kegembiraan Natal dan Malam Tahun Baru telah datang dan pergi. Meski begitu, suhu musim dingin tetap di bawah nol, memaksa orang untuk tinggal di dalam ruangan saat salju turun, yang meski dingin tetap memiliki kelebihan tersendiri. Contohnya, musim ski di Zakopane yang sudah ramai. Dikelilingi oleh pegunungan putih yang berkilau, Anda akan dapat menjelajahi Pegunungan Tatras melalui jalur ski lintas-alam Nordik dari resor seperti Szymoszkowa dan Nosal.

Kalo ga suka Ski maybe bisa safari di Hutan Bialowieza. Dengan salju segar di tanah, sambil melihat bison liar, rusa, dan bahkan serigala.

Disini hal wajar jika kita berjilbab lalu dipandang oleh orang-orang. Karena ya memang Polandia kan mayoritas Katolik dan sedikit sekali disini yang berjilbab. Sudah hampir tiga tahun stay tapi masih saja aku merasa ini mimpi dan aku masih saja tertidur dininabobokan kehidupan. Salah satu mimpiku bisa tinggal diluar negeri – benua eropa yang eksotis tapi bukan polandia melainkan belgia hehhe

.... setelah hari itu, aku memberontak semua yang dikatakan oleh hati, bangkit dari keterpurukan, menghilang bak ditelan oleh sejarah dari semua circle pertemananku. yeaah aku melangkahkan kaki memilih untuk menetap diluar negeri dengan dalih agar aku bisa mengobati semua luka, meredam benci, belajar untuk memaafkan dan mengikhlaskan, kamu bagai air yang tidak pernah bisa aku genggam seberapapun usahaku, aku membiarkannya mengalir menemukan muara untuk dia menetap. mencoba membuat semuanya menjadi sederhana. semoga dewasa ini menyenangkan. tak banyak terlalu melihat keatas agar dada tidak sesak. tak banyak membenci orang agar hati tak sempit. tetep happy sekalipun ujian menyapa, tak berharap ujian ditiadakan namun berharap bahu lebih dikuatkan oleh Tuhan, yang mau datang dipersilahkan dan yang mau pergi juga akan ku lepas dengan suka hati.

Sekarang hidup realistis jika dengan manusia, tak banyak menaruh harap agar tak semakin terluka, cukup harapan tertinggi terletak pada Tuhan saja. nyatanya benar kita harus bersahabat dengan semesta agar semua tampak baik-baik saja.

Dalam perjalanan mungkin ini yang terbaik oleh Tuhan dan menjadi takdirku. Bahkan yang membersamaikupun bukan pula orang yang aku kenal sebelumnya melainnya orang asing, yang kini menjadi teman perjalanan sepanjang sisa hidupku. Setiap hari aku bagai ratu dibuai dengan katakata serta perilakunya, jenaka sekali dia.

Padahal diluar sana dia terkenal sebagai seorang Senior Reseacher in Polish Academy of Sciences yang serius, kaku dan sedikit senyum, tapi bersamaku saat ini dia-lah yang selalu menggoreskan senyum dengan semua lelucon dan lawakan jenakanya, yang selalu mengkhawatirkanku, membuatku aman dan nyaman, yang akan selalu tulus memberikan kasih dan cintanya serta menjadi tempatku bersandar untuk suka maupun duka.

Mungkin dulu aku pernah berada di fase "aku mencintai seseorang yang tidak mencintaiku, tapi aku dicintai hebat oleh seseorang yang sebelumnya tidak aku cintai", (tapi itu dulu) sebelum aku menemukan kamu yang telah mencintaiku dengan hebat. i'm so lucky to have you!

sayang, terimakasih. i love you ❤  ...

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Choose You

Perjalanannya masih jauh, masih panjang. Banyak sekali yang patah. Banyak sekali yang gagal. Dan banyak sekali yang berakhir dengan “ya udahlah ... mau gimana lagi?”. Butuh banyak waktu untuk sembuh, ada banyak sekali keributan di kepala yang rasanya ingin dibagi sedikit saja dengan orang lain. Tapi rasanya ... lebih baik menyimpannya sendirian daripada membagikannya pada mereka yang tidak mau memahami keadaan. Mungkin nanti aku akan mencoba lebih membuka diri dan menulisakan harap lagi tapi tidak hari ini. Beberapa kegagalan juga perlu peratapan secukupnya, bukan?. Ahhhh sudah lama sekali deraian air mata ini tertahan dan kali ini aku menumpahkannya bersama derasnya air hujan. Do you need hug? What? Sontak suara dan rangkulan itu membuat aku tersadar dari lamunan panjang masa lalu, seraya membalikan diri, memandang bingung sosok dengan berwajah sendu yang berdiri tegap didepanku. Ternyata sedarilama dia memperhatikanku, hanya karena aku sedang asyik dengan duniaku, sehingga tidak...

Me, My Self and I

Alunan nada rintikan hujan malam ini memberikan ketenangan dengan lantunan melodinya yang begitu indah. Banyak orang yang bilang bahwa umur 20-29 tahun sebagai fase pembuktian. Fase dimana paling tidak ada dua life-crisis yang harus dilewati oleh setiap orang. Krisis setelah lulus dan mulai masuk ke dunia profesional dan krisis memutuskan untuk menikah dengan siapa. Ditengah ramainya dunia maya membahas kegalauan dan romantisme usia 20+, banyak yang lupa bahwa di tahap yang sama mereka harus berjuang membuktikan diri kepada dunia tentang siapa dia. Tentang peran apa yang dia ambil di masyarakat yang majemuk ini. Apakah dia menjadi sampah masyarakat, menjadi orang biasa, atau menjadi orang yang ahli? Selepas kita selesai sekolah yang sangat panjang, kurang lebih 16 tahun sejak masuk TK. Kita akan menyadari bahwa kita harus mengambil satu peran yang kemudian akan kita mainkan seumur hidup. Peran itu mungkin dulu pernah mengema menjadi cita-cita kita semasa kecil. Mainkanlah peran ...