Langsung ke konten utama

Postingan

From "Die For You" To Hardest To Love

I know who I am. I could be better. Sorry, maybe I’m not the most beautiful woman or hot in your imagine too. but I have value and commitment to life and love.  Seven years ago, after my last relationship ended. I made a pact with myself. That I will never date somebody. Who did not meet my standard again? Don't settle for less just because it's available.  My last relationship taught me that the more chances you give someone, the less they value you. They're not afraid to lose you because they know no matter what, you won't walk away. Never let someone get too comfortable with disrespecting you. Love yourself first.  I am at a point in my life. Where I no longer have expectations. I just have requirements; Respect my time; Match my effort; Keep your word; and always be honest and stay consistent. These are requirements, not expectations.  We talk a lot about trust in our relationships because we want to develop it. We know how challenging it is to rebuild a broken b...
Postingan terbaru

Rendjana (1)

"... adakah yang mampu menerimaku sepenuh hati? aku tidak sempurna, tutur kataku masih sering  menyakiti, tingkah laku-ku  masih tak baik diikuti,  hatiku masih banyak noda  atas  hal  -  hal duniawi.  karena itu aku berusaha dan tengah belajar untuk memperbaiki dan lebih baik dari hari ke hari. namun apakah, ada orang yang akan menerimaku sepenuh hati? Tuhan maha baik dengan menutup aibku yang begitu buruk, seringkali aku merasa tak pantas untuk mendapatkan seseorang yang begitu baik padaku, entah karena hatiku yang belum siap atau luka - luka itu belum sembuh. lagi pula benar adakah orang yang menerimaku sepenuh hati?", lirihku saat itu. hujan ialah tempat pelarian yang indah, tempat paling mudah untuk menyembunyikan perasaan yang membuncah ruah. dan hujan  juga turun sebagai pertanda bahwa ada yang sedang diam-diam mengingatmu dan merindukanmu. hai?  yogyakarta selalu punya cerita, ada begitu banyak hal yang selalu membuatku rindu. me...

goals, growing and glowing

Waktu terbaik untuk mengunjungi Polandia adalah Mei - September. bulan-bulan ini memiliki cuaca paling hangat dan lembap sepanjang tahun, dengan kemungkinan curah hujan yang meningkat pada bulan-bulan musim panas. Kemeriahan menjelang Natal adalah hiburan yang sempurna dari langit suram dan suhu dingin yang dibawa bulan Desember ke polandia. Pasar-pasar meriah menerangi alun-alun kota di seluruh negeri. Namun, Pasar Natal Barbican di Warsaw adalah yang paling menonjol. Dengan latar rotunda bata merah menyala, pasar ini penuh akan kios-kios yang menjual kerajinan tradisional, kue, dan wine rempah agar Anda tetap hangat saat menjelajah. Di Krakow, bulan Desember dimulai dengan Christmas Cribs, suatu kompetisi untuk mencari tahu siapa yang dapat membangun crèche Natal yang paling indah. Akan ada salju di mana-mana, jadi pastikan untuk membawa pakaian musim dingin yang paling hangat dan sepasang sepatu bot tahan air. Akan ada juga banyak pest...

Unwritten : at least give me back my love

Manusia selalu menginginkan yang terbaik tapi terkadang lupa untuk menjadi yang terbaik 😃 Nyatanya, ego seseorangpun bisa merasa lelah saat situasi tidak berjalan sesuai keinginan.  Untuk hati yang pernah singgah dan kini pergi entah kemana.  Untuk cinta yang dulu dipuja dan kini hanya lara yang tersisa. Untuk setiap janju yang terucap dan kini hanyalah bualan yang menguap.  Untuk kita yang dulu saling dan kini tak lagi seiring. Layaknya pagi yang kehilangan semangat menjadikan hari – hari yang terasa sungguh berat juga malam yang sesak sampai tidak bisa rehat. Mungkin sudah waktunya memantapkan hati mengikuti kata semesta yang menjadikan cerita kita berhenti. Teruntuk juni dan semua kisah indah yang telah usai, seseorang pernah datang memberi warna baru dihidupku. Aku yang tadinya masih terjebak dengan masalalu, kupikir berhasil dibuat pulih. Tanpa sadar juga berhasil membuatku kembali jatuh cinta, yang akan berjuang bersama untuk saling melengkapi hari-hari penuh...

I Choose You

Perjalanannya masih jauh, masih panjang. Banyak sekali yang patah. Banyak sekali yang gagal. Dan banyak sekali yang berakhir dengan “ya udahlah ... mau gimana lagi?”. Butuh banyak waktu untuk sembuh, ada banyak sekali keributan di kepala yang rasanya ingin dibagi sedikit saja dengan orang lain. Tapi rasanya ... lebih baik menyimpannya sendirian daripada membagikannya pada mereka yang tidak mau memahami keadaan. Mungkin nanti aku akan mencoba lebih membuka diri dan menulisakan harap lagi tapi tidak hari ini. Beberapa kegagalan juga perlu peratapan secukupnya, bukan?. Ahhhh sudah lama sekali deraian air mata ini tertahan dan kali ini aku menumpahkannya bersama derasnya air hujan. Do you need hug? What? Sontak suara dan rangkulan itu membuat aku tersadar dari lamunan panjang masa lalu, seraya membalikan diri, memandang bingung sosok dengan berwajah sendu yang berdiri tegap didepanku. Ternyata sedarilama dia memperhatikanku, hanya karena aku sedang asyik dengan duniaku, sehingga tidak...

She used to be mine

She's imperfect but she tries She is good but she lies She is hard on herself She is broken and won't ask for help ..... Hanum, Bagaimana kau menjadi ranum ketika namamu seindah hanum? Dunia yang berbeda, orang dapat tersenyum akan keramaian sedang duniaku riuh dalam kesunyian.  Tak perlu membagi karena suatu yang tak harusku bagi. Aku muak akan setiap keluh kesah banyak orang akan kehidupannya. Boleh aku memaki? mengumpat? Atau bahkan memberontak? Aku juga ingin menangis, berteriak, namun siapa yang akan peduli? who am i? From the very beginning, I realized I saw the world differently than everyone else.  Ada rasa lelah yang aku sendiri tidak tahu untuk mendefinisikannya. Mereka hanya dapat beropini dengan tanpa tahu lebih jauh tentangku. Yash!... aku anak egois, tidak punya hati. Semua hal itu mereka judge-kan. Kau tau bagaimana aku merespon setiap pandangan tersebut? Jelas saja aku tertawa. Bagiku mereka lucu. Dan aku pasti akan mengatakan dengan lantangnya bahwa “A...

Life as I see it

 Aku mengenalmu melalui kata-kata, dan aku merasa cukup dengan itu. Pertemuan kita adalah pertemuan antar pikiran. Dan aku merasa cukup dengan itu. Aku mengenalmu melalui kata-kata, cara berpikir yang aku sukai sejak pertama kali membaca. Setiap ejaan hurufnya aku kenali, aku mengenalmu melalui kata-kata. Pada setiap rasa yang kamu sematkan dalam cerita. Aku jatuh cinta pada kata-kata. Pada setiap hal yang kamu tuangkan, aku seolah-olah menjadi samudera dan selalu siap menerima apapun itu. Ketika aku bertemu langsung denganmu, aku tak menyangka jika pembawaanmu seperti itu.  Aku tidak mengenalmu dalam pertemuan pertama, pertemuan selanjutnya ketika diskusi semakin hangat. Aku tahu, kamu sedang membacakan isi pikiranmu. Dan aku diam saja, seperti membaca setiap tulisanmu. Jika aku jatuh cinta pada tulisanmu pertama-tama, itu bisa jadi alasan yang cukup kuat untuk aku mengenal pikiranmu.  Sampai pada suatu hari kita pertama bertemu, kita seolah-olah telah saling mengenal la...