hujan ialah tempat pelarian yang indah, tempat paling mudah untuk menyembunyikan perasaan yang membuncah ruah. dan hujan juga turun sebagai pertanda bahwa ada yang sedang diam-diam mengingatmu dan merindukanmu. hai?
yogyakarta selalu punya cerita, ada begitu banyak hal yang selalu membuatku rindu. meski itu hanyalah sebuah harapan. dulu. tetapi itu cukup membuatku berlama-lama tenggelam di sudut-sudutnya. menikmati malam dengan gemerlap remang lampu jalanan, gedung-gedung tua, dan hiruk pikuk orang yang berlalu lalang. merasakan hembusan angin, diantara alunan musisi jalanan yang silih berganti. kehangatan, dinginnya malam tidak kuasa mengusirnya pergi. pernah ada sosok yang membawaku ke tempat ini. ia pernah menjadi mimpi di banyak malamku. membuat hatiku gelisah, marah karena suatu alasan yang tak kumengerti, dan banyak lagi rasa yang rumit sulit kupahami.
dari tempat ini, aku pernah berjanji, kelak aku akan kembali sebagai diriku yang berbeda. tidak ada yang mudah untuk sebuah keberhasilan, apalagi soal perasaan. tetapi, Tuhan punya ketentuan lain, dia bukan akhir dari perjuangan itu. namun itu tidak berarti jogja kehilangan pesona di mataku. kegagalanku mewujudkan cinta, membuat jogja menjadi kota yang sarat makna. aku belajar banyak hal.
hmm, dewasa bukan lagi perihal kamu harus bisa mendapatkan sesuatu, melainkan kamu harus bisa menerima sesuatu, apalagi perihal yang sudah menjadi skenario takdir-Nya.
aku datang bukan sertamerta memupuk rindu akan luka yang pernah tersemaikan. aku datang untuk memenuhi janji jari kelingking menghadiri pernikahan sahabat kecilku. bestie yang menjadi saksi betapa goblok dan setianya aku pada satu orang 😂. namun aku tak memunafikan diri, benar adanya selintas ia hadir mengusik dalam ingatan, di kota yang penuh cerita ini.
tapi, bukan pula artinya aku memalingkan cintaku pada senja yang tak sewarna, tentu aku bersyukur akan kehidupanku saat ini, bersama dia yang mengajariku banyak hal apalagi tentang bagaimana cinta dewasa. loving when you’re ready, not when you’re lonely.
lucu ya, baru tiga hari aku tanpanya, rinduku sudah membucah menggebu, padahal aku selalu teleponan hampir setiap jam dengannya. jadwal pekerjaan yang padat setelah situasi pandemi berlalu, sehingga aku harus datang sendiri kembali kekota ini, padahal sudah aku menyiapkan itinerary wisata dan kuliner untuknya.
no problem for that, because he always beside me, able to discuss anything and everything. yasshhh, everything feels easy with him. sayang, i love you 💛
Komentar
Posting Komentar