Langsung ke konten utama

Rendjana (1)

"... adakah yang mampu menerimaku sepenuh hati? aku tidak sempurna, tutur kataku masih sering menyakiti, tingkah laku-ku masih tak baik diikuti, hatiku masih banyak noda atas 
hal hal duniawi. karena itu aku berusaha dan tengah belajar untuk memperbaiki dan lebih baik dari hari ke hari. namun apakah, ada orang yang akan menerimaku sepenuh hati? Tuhan maha baik dengan menutup aibku yang begitu buruk, seringkali aku merasa tak pantas untuk mendapatkan seseorang yang begitu baik padaku, entah karena hatiku yang belum siap atau luka - luka itu belum sembuh. lagi pula benar adakah orang yang menerimaku sepenuh hati?", lirihku saat itu.

hujan ialah tempat pelarian yang indah, tempat paling mudah untuk menyembunyikan perasaan yang membuncah ruah. dan hujan  juga turun sebagai pertanda bahwa ada yang sedang diam-diam mengingatmu dan merindukanmu. hai? 

yogyakarta selalu punya cerita, ada begitu banyak hal yang selalu membuatku rindu. meski itu hanyalah sebuah harapan. dulu. tetapi itu cukup membuatku berlama-lama tenggelam di sudut-sudutnya. menikmati malam dengan gemerlap remang lampu jalanan,  gedung-gedung tua, dan hiruk pikuk orang yang berlalu lalang. merasakan hembusan angin, diantara alunan musisi jalanan yang silih berganti. kehangatan, dinginnya malam  tidak kuasa mengusirnya pergi. pernah ada sosok yang membawaku ke tempat ini. ia pernah menjadi mimpi di banyak malamku. membuat hatiku gelisah, marah karena suatu alasan yang tak kumengerti, dan banyak lagi rasa yang rumit sulit kupahami.

dari tempat ini, aku pernah berjanji, kelak aku akan kembali sebagai diriku yang berbeda. tidak ada yang mudah untuk sebuah keberhasilan, apalagi soal perasaan. tetapi, Tuhan punya ketentuan lain, dia bukan akhir dari perjuangan itu. namun itu tidak berarti jogja kehilangan pesona di mataku. kegagalanku mewujudkan cinta, membuat jogja menjadi kota yang sarat makna. aku belajar banyak hal. 

hmm, dewasa bukan lagi perihal kamu harus bisa mendapatkan sesuatu, melainkan kamu harus bisa menerima sesuatu, apalagi perihal yang sudah menjadi skenario takdir-Nya.

aku datang bukan sertamerta memupuk rindu akan luka yang pernah tersemaikan. aku datang untuk memenuhi janji jari kelingking menghadiri pernikahan sahabat kecilku. bestie yang menjadi saksi betapa goblok dan setianya aku pada satu orang 😂. namun aku tak memunafikan diri, benar adanya selintas ia hadir mengusik dalam ingatan, di kota yang penuh cerita ini.

tapi, bukan pula artinya aku memalingkan cintaku pada senja yang tak sewarna, tentu aku bersyukur akan kehidupanku saat ini, bersama dia yang mengajariku banyak hal apalagi tentang bagaimana cinta dewasa. loving when you’re ready, not when you’re lonely.

lucu ya, baru tiga hari aku tanpanya, rinduku sudah membucah menggebu, padahal aku selalu teleponan hampir setiap jam dengannya. jadwal pekerjaan yang padat setelah situasi pandemi berlalu, sehingga aku harus datang sendiri kembali kekota ini, padahal sudah aku menyiapkan itinerary wisata dan kuliner untuknya.

no problem for that, because he always beside me, able to discuss anything and everything. yasshhh, everything feels easy with him. sayang, i love you 💛 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Choose You

Perjalanannya masih jauh, masih panjang. Banyak sekali yang patah. Banyak sekali yang gagal. Dan banyak sekali yang berakhir dengan “ya udahlah ... mau gimana lagi?”. Butuh banyak waktu untuk sembuh, ada banyak sekali keributan di kepala yang rasanya ingin dibagi sedikit saja dengan orang lain. Tapi rasanya ... lebih baik menyimpannya sendirian daripada membagikannya pada mereka yang tidak mau memahami keadaan. Mungkin nanti aku akan mencoba lebih membuka diri dan menulisakan harap lagi tapi tidak hari ini. Beberapa kegagalan juga perlu peratapan secukupnya, bukan?. Ahhhh sudah lama sekali deraian air mata ini tertahan dan kali ini aku menumpahkannya bersama derasnya air hujan. Do you need hug? What? Sontak suara dan rangkulan itu membuat aku tersadar dari lamunan panjang masa lalu, seraya membalikan diri, memandang bingung sosok dengan berwajah sendu yang berdiri tegap didepanku. Ternyata sedarilama dia memperhatikanku, hanya karena aku sedang asyik dengan duniaku, sehingga tidak...

goals, growing and glowing

Waktu terbaik untuk mengunjungi Polandia adalah Mei - September. bulan-bulan ini memiliki cuaca paling hangat dan lembap sepanjang tahun, dengan kemungkinan curah hujan yang meningkat pada bulan-bulan musim panas. Kemeriahan menjelang Natal adalah hiburan yang sempurna dari langit suram dan suhu dingin yang dibawa bulan Desember ke polandia. Pasar-pasar meriah menerangi alun-alun kota di seluruh negeri. Namun, Pasar Natal Barbican di Warsaw adalah yang paling menonjol. Dengan latar rotunda bata merah menyala, pasar ini penuh akan kios-kios yang menjual kerajinan tradisional, kue, dan wine rempah agar Anda tetap hangat saat menjelajah. Di Krakow, bulan Desember dimulai dengan Christmas Cribs, suatu kompetisi untuk mencari tahu siapa yang dapat membangun crèche Natal yang paling indah. Akan ada salju di mana-mana, jadi pastikan untuk membawa pakaian musim dingin yang paling hangat dan sepasang sepatu bot tahan air. Akan ada juga banyak pest...

Me, My Self and I

Alunan nada rintikan hujan malam ini memberikan ketenangan dengan lantunan melodinya yang begitu indah. Banyak orang yang bilang bahwa umur 20-29 tahun sebagai fase pembuktian. Fase dimana paling tidak ada dua life-crisis yang harus dilewati oleh setiap orang. Krisis setelah lulus dan mulai masuk ke dunia profesional dan krisis memutuskan untuk menikah dengan siapa. Ditengah ramainya dunia maya membahas kegalauan dan romantisme usia 20+, banyak yang lupa bahwa di tahap yang sama mereka harus berjuang membuktikan diri kepada dunia tentang siapa dia. Tentang peran apa yang dia ambil di masyarakat yang majemuk ini. Apakah dia menjadi sampah masyarakat, menjadi orang biasa, atau menjadi orang yang ahli? Selepas kita selesai sekolah yang sangat panjang, kurang lebih 16 tahun sejak masuk TK. Kita akan menyadari bahwa kita harus mengambil satu peran yang kemudian akan kita mainkan seumur hidup. Peran itu mungkin dulu pernah mengema menjadi cita-cita kita semasa kecil. Mainkanlah peran ...