Setelah sekian lama, tidak ada yang berbeda dari cerita ini. Masih saja sama, dan mungkin akan terus begitu. Melepaskan dan nantinya kembali jatuh pada sosok yang sama. Dan untuk kesekian kalinya, kata-kata itu masih tertulis indah dihati, meski telah menjadi kenangan. Walaupun kembali salah menafsirkan akan sesuatu. Masihkah bertahan akan harapan itu? Entahlah arus air begitu deras, namun tak berombak layaknya lautan. Seharusnya ... Bukankah kemarin adalah keputusan yang terbaik yang kita pilih bersama? Diam dan hening dalam ruang waktu yang ada. Tak ada kalimat yang terucap dalam perjalanan waktu. Siapa yang harus disalahkan? Jarak? Waktu? atau Tuhan? ... Menyibukkan diri akan segala hal, yang artinya aku menghujam setiap rindu dan pikiran akan hadirnya yang dinamakan cinta. Bahkan tak pelak bersikap dingin akan keramah-tamahan sosok yang datang menghampiri. Hanya ada kata maaf, ini bukan bentuk keegoisan yang aku inginkan, terpaksa melakukan untuk sebuah pr...
will never give up to be a spring water