Langsung ke konten utama

Berjiwa bebas

Omong kosong, bagaimana seseorang dapat memberikan pernyataan tanpa larut merasakan apa yang terjadi.

Kenyataannya duniaku penuh dengan kebisingan. Entah apa yang menjadi sebab-akibat.

Aku menaruh kebencian, aku menempatkan kemarahan, aku melontarkan setiap kesalahan hanya pada diri sendiri. Masihkah aku bersalah?

Siapa korban, siapa terdakwa, siapa tersangka jawabannya adalah aku.

Bahkan ditengah keramaian siapa kawan, siapa lawan. Itu hanyalah aku.

Ini duniaku menjadi teman dan musuh bagi diri sendiri?

Akankah aku diam, dan melakukan penerimaan setiap orang yang datang?
Tidak.
Sulit untuk mempercayai siapapun
Banyak ketakutan - ketakutan bahwa aku akan menjadi air mata bagi orang lain.
Cukup, aku merasakan setiap luka.
Menerima setiap hinaan.
Mendengar setiap kemarahan.
Sialnya, bahkan lontaran untuk sebuah kutukan.

Aku lelah untuk menjelaskan, aku tidak ingin memberikan luka pada siapapun. 
Tanpa kata, tanpa kalimat, tanpa ucapan, tanpa tindakan.

Aku akan tetap diam. Bungkam dan mencoba mengelola rasa, ketika kenyataan takkan berpihak.
Dan takdir menyatakan bahwa kamu bukan milikku.

"Dunianya mungkin terlalu hening"
....
....
....

Seorang yang berjiwa bebas, 
Dia ingin pergi melakukan perjalanan kesana, melangkah menyebrangi lautan samudera.
Bukan karena atas nama dan permintaan siapapun.
Lebih karena ia menuliskannya sedari dimasa silam sebelum ia pernah berjalan dengan dia, kamu ataupun mereka.

.... Aku bermimpi, terbang tinggi mewujudkan banyak mimpi yang telah tertuliskan, ujarnya diam.
Berdiri sendiri dengan keyakinan tanpa meletakkan harapan pada siapapun kecuali Dia.

Tak terkecuali, dia tidak membutuhkan sesama
Hanya saja keyakinannya lebih besar pada yang maha Kuasa ...

Tuhan yang tau bagaimana dalam sepi ku merindu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Choose You

Perjalanannya masih jauh, masih panjang. Banyak sekali yang patah. Banyak sekali yang gagal. Dan banyak sekali yang berakhir dengan “ya udahlah ... mau gimana lagi?”. Butuh banyak waktu untuk sembuh, ada banyak sekali keributan di kepala yang rasanya ingin dibagi sedikit saja dengan orang lain. Tapi rasanya ... lebih baik menyimpannya sendirian daripada membagikannya pada mereka yang tidak mau memahami keadaan. Mungkin nanti aku akan mencoba lebih membuka diri dan menulisakan harap lagi tapi tidak hari ini. Beberapa kegagalan juga perlu peratapan secukupnya, bukan?. Ahhhh sudah lama sekali deraian air mata ini tertahan dan kali ini aku menumpahkannya bersama derasnya air hujan. Do you need hug? What? Sontak suara dan rangkulan itu membuat aku tersadar dari lamunan panjang masa lalu, seraya membalikan diri, memandang bingung sosok dengan berwajah sendu yang berdiri tegap didepanku. Ternyata sedarilama dia memperhatikanku, hanya karena aku sedang asyik dengan duniaku, sehingga tidak...

goals, growing and glowing

Waktu terbaik untuk mengunjungi Polandia adalah Mei - September. bulan-bulan ini memiliki cuaca paling hangat dan lembap sepanjang tahun, dengan kemungkinan curah hujan yang meningkat pada bulan-bulan musim panas. Kemeriahan menjelang Natal adalah hiburan yang sempurna dari langit suram dan suhu dingin yang dibawa bulan Desember ke polandia. Pasar-pasar meriah menerangi alun-alun kota di seluruh negeri. Namun, Pasar Natal Barbican di Warsaw adalah yang paling menonjol. Dengan latar rotunda bata merah menyala, pasar ini penuh akan kios-kios yang menjual kerajinan tradisional, kue, dan wine rempah agar Anda tetap hangat saat menjelajah. Di Krakow, bulan Desember dimulai dengan Christmas Cribs, suatu kompetisi untuk mencari tahu siapa yang dapat membangun crèche Natal yang paling indah. Akan ada salju di mana-mana, jadi pastikan untuk membawa pakaian musim dingin yang paling hangat dan sepasang sepatu bot tahan air. Akan ada juga banyak pest...

Me, My Self and I

Alunan nada rintikan hujan malam ini memberikan ketenangan dengan lantunan melodinya yang begitu indah. Banyak orang yang bilang bahwa umur 20-29 tahun sebagai fase pembuktian. Fase dimana paling tidak ada dua life-crisis yang harus dilewati oleh setiap orang. Krisis setelah lulus dan mulai masuk ke dunia profesional dan krisis memutuskan untuk menikah dengan siapa. Ditengah ramainya dunia maya membahas kegalauan dan romantisme usia 20+, banyak yang lupa bahwa di tahap yang sama mereka harus berjuang membuktikan diri kepada dunia tentang siapa dia. Tentang peran apa yang dia ambil di masyarakat yang majemuk ini. Apakah dia menjadi sampah masyarakat, menjadi orang biasa, atau menjadi orang yang ahli? Selepas kita selesai sekolah yang sangat panjang, kurang lebih 16 tahun sejak masuk TK. Kita akan menyadari bahwa kita harus mengambil satu peran yang kemudian akan kita mainkan seumur hidup. Peran itu mungkin dulu pernah mengema menjadi cita-cita kita semasa kecil. Mainkanlah peran ...