Ada kalanya kata -kata harus dipahami lebih dari makna literalnya. Kata-kata yang membawa seseorang masuk ke dalam ruang makna lain dari sebuah pesan. Ruang yang mungkin diciptakan sendiri untuk seseorang. Bagiku cinta itu diam, tak banyak bicara namun banyak bertindak. Cinta itu tenang, tak panik untuk mengungkapkan namun berisik untuk mendoakan. Seseorang akan jatuh pada yang mampu membuktikan. Bukan, yang sibuk meyakinkan, namun tanpa tindakan serta kembali lagi pada apa yang menjadi takdir-Nya.
Tuan,
Bolehkah membenci tentang sebuah luka yang masih membekas?
Tuan,
Sesungguhnya yang menyakitkan dari melepaskan sesuatu adalah berpegangan pada sesuatu yang menyakitimu secara perlahan. Sialnya sampai detik waktu yang berdenting saat ini, Aku masih benar mencintaimu.
Apapun yang terjadi dimasa lalu, aku hanya ingin mengatakan; kita adalah cerita yang telah usai. Aku memang tidak sehebat kamu dalam perkara melupakan. Tidak bisa bagiku secepat itu merelakan. Namun percayalah, detik demi detik berlalu akan kubunuh semua, detak yang masih menginginkanmu akan kubenamkan kamu lebih dalam direlung luka paling hitam. Aku tidak membiarkan sedetikpun untuk bernapas tenang dalam kepalaku, tidak ada tempat lagi untuk seseorang yang mengkhianati hati. Hanya saja, aku butuh waktu, semua memang tidak mudah bagiku. Biarlah pelan-pelan semuanya berjalan, karena pada akhirnya kamu pun tak akan lagi ada dalam bagian yang kuinginkan.
... Hari ini, masa lalu dan masa depan adalah tiga waktu yang berbeda.
....
Bisakah saat ini kamu menerima tentang pelepasan? Dia yang melepasmu dan pun dia yang telah kamu lepaskan. Diantara pilihan dalam kesendirian, atau mempertahankan hubungan yang tanpa ikatan. Semakin tumbuh, keputusan yang diambil semakin rumit. Sebab semakin banyak keputusan yang bersifat permanen, sekali kamu mengambilnya. Itu menggema sepanjang sisa hidupmu. Tidak hanya sekedar sehari dua hari, melainkan selamanya.
Bisakah saat ini kamu menerima tentang pelepasan? Dia yang melepasmu dan pun dia yang telah kamu lepaskan. Diantara pilihan dalam kesendirian, atau mempertahankan hubungan yang tanpa ikatan. Semakin tumbuh, keputusan yang diambil semakin rumit. Sebab semakin banyak keputusan yang bersifat permanen, sekali kamu mengambilnya. Itu menggema sepanjang sisa hidupmu. Tidak hanya sekedar sehari dua hari, melainkan selamanya.
Bukan kuasaku untuk menentukan siapa yang seharusnya kamu pandang. Pada dasarnya ada tiga hal yang sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk kita, termasuk jodoh. Yang sejatinya kita hanya patut berusaha, dan menyerahkan semuanya kepada-Nya, bukan menentukan dan memaksakannya?
Masih jelas dalam ingatan, bahwa aku pernah menjadi perempuan bodoh, yang hanya dengan memandangimu dari kejauhan sudah membuat hati ini berteriak bahagi, meski tanpa keberanian untuk menyapa. Menyadari mengulik kembali sesuatu yang telah usang adalah hal yang tidak mungkin, tapi entahlah, bagaimana pada waktu itu aku masih meyakininya, dan walaupun ternyata aku salah. Bukan waktu yang sebentar perihal dua orang yang saling mencintai, berdiam diri. Saling menunggu. Menunggu dipertemukan, oleh Tuhan. Namun, dengan jelas waktu dan garis takdir-Nya tak pernah berpihak.
Akan ada titik dimana setiap orang terbentur antara perasaan dan kenyataan. Apa yang ia rasakan, berbeda dengan kenyataan. Seiring waktu, saat usia bertambah, kamu akan semakin mengerti bahwa menuruti perasaan bukanlah hal yang selamanya tepat. Seperti perasaanmu kepadanya? Kenyataannya mungkin bertolak belakang dan upayamu untuk menuruti perasaanmu selalu membuahkan kekhawatiran. Dunia ini sudah cukup penuh oleh orang-orang yang sibuk memanipulasi dirinya. Menampilkan diri yang tidak sebenarnya, berbohong tidak hanya kepada diri sendiri, melainkan juga alam semesta.
Kali ini, aku tenang karena kini setelah begitu jauh perjalanan yang ditempuh, aku menjadi paham setelah begitu banyak kekhawatiran terjadi, segala bentuk ketakutan pernah kualami. Semuanya mengantarkanku pada apa yang aku miliki saat ini. Pada apa yang begitu disyukuri. Biarlah semua itu mengalir seperti udara, menempati semua ruang yang mungkin untuk diisi. Dan kita bisa bernafas dengannya, menjalani hidup dengan masa lalu, masa kini, dan masa depan secara harmonis. Menerimanya, mengakuinya, dan bersedia memeluknya.
Bolehkah merindu tentang cerita kasih yang tidak dapat didefinisikan oleh sebuah kata ataupun kalimat?
Sebuah garis yang merangkak maju, akan ada saatnya kamu ingin melompat mundur pada titik-titik kenangan tertentu.
Apa kabar hati?
Setiap peristiwa adalah pembelajaran.
Semangat bertumbuh.
Komentar
Posting Komentar