Ada anak yang terlahir beruntung, karena bisa tumbuh dan besar di keluarga yang hangat.
Disisi lain, ada anak yang juga beruntung karena mendapatkan "pengalaman berharga" dari keluarga yang hampa.
Apa kabar pikiran manusia yang jauh? Tidakkah ia tersesat?
Apa kabar perasaan yang jauh? Apakah ia baik - baik saja?
... time may running out, but memory never run and out from itself.
Barangkali perpisahan adalah karib yang menunggu pulang. Sementara rindu hanya kata-kata. Dan selebihnya, kita tau, itu dusta. Karena, tak semua mampu kita pahami, ada kalanya yang kita lakukan hanyalah menerima. Tanpa rasa benci.
Distorsi pada waktu yang masih terus maju.
Bagaimana jika ternyata racun paling mematikan adalah kenyataan yang tidakk diakui?
Bagaimana jika kembali, adalah hal yang tidak akan pernah terjadi? Dan bisa jadi, percaya yang dititipkan, hanyalah alegori atas persekongkolan terbesar dalam abad ini dalam rencana melupakan.
Kamu selalu bertanya bagaimana senja bisa terjadi? Aku hanya berandai jika mentari mulai lelah dengan hari, lalu ia menutupnya bersama jingga yang begitu membuat iri, lalu kenapa ia kembali esok hari? Kamu tidak benar-benar tahu dia kembali, bisa saja ia enggan datang, lalu meng-atasnamakan "lelah" sebagai alasan paling mungkin atas kehilangan —
Aku mengerti bahwa hidup adalah perkara menikmati perjalanan. Seperti beberapa teman yang sampai dijalur masing-masing. Beberapa orang memilih menikah lebih awal — mungkin memang sudah waktunya, kemudian punya anak dan hidup dalam sebuah keluarga baru. Beberapa lagi memilih bekerja dengan rajin, menaiki tangga karir dan terlihat bahagia dalam pilihan itu. Adapula yang melanjutkan pendidikan, memburu beasiswa hingga keluar negeri, mereka menemukan pertualangan yang baru dan bertemu hal - hal yang dulu mungkin asing yang tidak ditemukan oleh yang lain.
Dan aku, entahlah ...
Memilih fokus berkarya melakukan perjalanan sesuai dengan kata hati dan nalar logika yang ada. Bagiku ini pertualanganku. Petualangan yang membawaku pada banyak hal yang mungkin tidak didapat orang lain. Seperti halnya aku juga tidak mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Pada titik ini aku mulai mengerti, semua hanya perlu disyukuri. Perempuan mencari-cari, bercamuk dalam setiap kegundahan, hanya menyadarkan diri pada yang tak mungkin mengingkari, atau bahkan mengkhianati. Tuhan.
Komentar
Posting Komentar