Langsung ke konten utama

Are we looking at the same sky?

Seberapa besar aku mencintainya,
Biar itu cukup menjadi rahasiaku bersama Tuhan dan semesta. Untukku dia cukup
Cukup untuk kucintai kemarin, hari ini dan banyak hari dalam 365 hari yang berulang kali
Cukup untuk kulengkapi, kupahami, kuimbangi, kusayangi dan kupercaya sepanjang hari

Are we looking at the same sky?

Hmm ...
Akhirnya aku kehilangan lagi setelah berkali-kali mencoba bertahan, akhirnya aku kehilangan sekali lagi. Sehebat apapun aku mencoba, sekuat apapun aku mengalah, pada akhirnya aku selalu menjadi pihak yang merasa kehilangan. Seperti setiap langkah kaki diciptakan untuk mengarahkanku pada sebuah kehilangan lagi, berusaha sekuat tenaga hanya akan semakin menyakiti diri sendiri.

Pada akhirnya ...
Siapa yang kehilangan siapa
Siapa yang melukai siapa

Kini aku telah melakukan semuanya, bukankah kamu seharusnya bahagia? Karena pada akhirnya aku bisa memenuhi keinginanmu ; melupakanmu dengan sungguh!

Hidup sudah berjalan, kini kamu hanya orang asing yang pernah datang di satu ingatan. Kamu hanya masa lalu yang mengajari rindu waktu itu. Bukan lagi seseorang yang penting untuk menjalani apa saja yang kini ku perjuangkan. Pulanglah, sejatinya aku tidak ingin melukai dan membenci siapapun.

Kamu tau, alam butuh waktu dan telinga yang mau mendengarkan, apalagi manusia. Dan aku manusia.

... tak perlu risau, lanjutkanlah perjalanan tanpa harus menjadikan sampah dalam setiap masa yang telah berlalu. Percayalah, semua itu pembelajaran. Semoga dapat saling menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Choose You

Perjalanannya masih jauh, masih panjang. Banyak sekali yang patah. Banyak sekali yang gagal. Dan banyak sekali yang berakhir dengan “ya udahlah ... mau gimana lagi?”. Butuh banyak waktu untuk sembuh, ada banyak sekali keributan di kepala yang rasanya ingin dibagi sedikit saja dengan orang lain. Tapi rasanya ... lebih baik menyimpannya sendirian daripada membagikannya pada mereka yang tidak mau memahami keadaan. Mungkin nanti aku akan mencoba lebih membuka diri dan menulisakan harap lagi tapi tidak hari ini. Beberapa kegagalan juga perlu peratapan secukupnya, bukan?. Ahhhh sudah lama sekali deraian air mata ini tertahan dan kali ini aku menumpahkannya bersama derasnya air hujan. Do you need hug? What? Sontak suara dan rangkulan itu membuat aku tersadar dari lamunan panjang masa lalu, seraya membalikan diri, memandang bingung sosok dengan berwajah sendu yang berdiri tegap didepanku. Ternyata sedarilama dia memperhatikanku, hanya karena aku sedang asyik dengan duniaku, sehingga tidak...

goals, growing and glowing

Waktu terbaik untuk mengunjungi Polandia adalah Mei - September. bulan-bulan ini memiliki cuaca paling hangat dan lembap sepanjang tahun, dengan kemungkinan curah hujan yang meningkat pada bulan-bulan musim panas. Kemeriahan menjelang Natal adalah hiburan yang sempurna dari langit suram dan suhu dingin yang dibawa bulan Desember ke polandia. Pasar-pasar meriah menerangi alun-alun kota di seluruh negeri. Namun, Pasar Natal Barbican di Warsaw adalah yang paling menonjol. Dengan latar rotunda bata merah menyala, pasar ini penuh akan kios-kios yang menjual kerajinan tradisional, kue, dan wine rempah agar Anda tetap hangat saat menjelajah. Di Krakow, bulan Desember dimulai dengan Christmas Cribs, suatu kompetisi untuk mencari tahu siapa yang dapat membangun crèche Natal yang paling indah. Akan ada salju di mana-mana, jadi pastikan untuk membawa pakaian musim dingin yang paling hangat dan sepasang sepatu bot tahan air. Akan ada juga banyak pest...

Me, My Self and I

Alunan nada rintikan hujan malam ini memberikan ketenangan dengan lantunan melodinya yang begitu indah. Banyak orang yang bilang bahwa umur 20-29 tahun sebagai fase pembuktian. Fase dimana paling tidak ada dua life-crisis yang harus dilewati oleh setiap orang. Krisis setelah lulus dan mulai masuk ke dunia profesional dan krisis memutuskan untuk menikah dengan siapa. Ditengah ramainya dunia maya membahas kegalauan dan romantisme usia 20+, banyak yang lupa bahwa di tahap yang sama mereka harus berjuang membuktikan diri kepada dunia tentang siapa dia. Tentang peran apa yang dia ambil di masyarakat yang majemuk ini. Apakah dia menjadi sampah masyarakat, menjadi orang biasa, atau menjadi orang yang ahli? Selepas kita selesai sekolah yang sangat panjang, kurang lebih 16 tahun sejak masuk TK. Kita akan menyadari bahwa kita harus mengambil satu peran yang kemudian akan kita mainkan seumur hidup. Peran itu mungkin dulu pernah mengema menjadi cita-cita kita semasa kecil. Mainkanlah peran ...