Langsung ke konten utama

Lembayung senja yang tak sewarna

... Kau mainkan untukku
Sebuah lagu tentang negeri di awan
Dimana kedamaian menjadi istananya
Dan kini tengah kau bawa
Aku menuju kesana

(Negeri di awan - Katon Bagaskara)

Suatu masa dimasa silam, 
Aku pernah bertahan sekuat-kuatnya untuk seseorang, bahkan separuh warasku abaikan
Aku menjadi apapun asal bisa dengannya, hanya ingin melihatnya tersenyum dari sudut kejauhan
Waktu itu aku benar-benar membutakan diri, sebuta-butanya, menjadi tuli untuk segala perkara yang melemahkan dada.

Aku ingin dia!

Aku perjuangkan dia sekencang-kencangnya berlari, hingga tersungkur aku setengah mati. Namun, yang aku dapatkan adalah kenyataan, bahwa dia tidak peduli dan meletakan hati pada jiwa yang lain.

Saat ini aku tertawa entah apa yang sebenarnya aku tertawakan, mengenang semua laku diri  menggebu terus bersemayam dengan ego. Usai sudah, ada masa berhenti atas setiap pengharapan. Kini, aku ingin selalu tetap tersenyum untuk menghindarkan bibir ini dari kata mengeluh, menderma, berbagi dengan mereka yang membutuhkan walau mungkin kita sama-sama membutuhkan, mencoba bermurah hati untuk menabung karma kebaikan. Tak dapat kupungkiri tentang nurani yang terluka, tergores dan pedih akan drama kehidupan.

Aku ingin pulang, entah kemana mungkin aku lupa
Aku ingin bersandar, entah pada bahu siapa mungkin aku terabaikan

Ditengah kehidupan kota dengan kebisingan yang ramai. Ada luka yang tak kunjung terobati. Luka akan cinta pada mereka yang seharusnya dicinta. Menutup diri akan setiap lembaran cerita kehidupan. Jiwa ini mati. 

Tahun berlalu berganti begitu saja, luka masih terkuak dengan pedihnya. Tak ada yang tau tentang tangisan, selain ia dan Tuhannya atau mungkin juga semesta yang diam - diam menjadi saksi bisu dalam bilik ruang malam.

Pilu ia meringis menahan setiap gejolak pemberontakan jiwanya. Selalu saja ia menghilang, bak ditelan sejarah. Mengasingkan dirinya yang sepi, lewat senyuman yang ia miliki. Mungkin tak ada cerita tentang cinta. Tidak ada yang akan jatuh cinta.

Barangkali memang benar bahwa kita tidak perlu meminta dimengerti oleh orang lain. Setiap pribadi memiliki sisi kepentingan yang berbeda. Setiap manusia akan memiliki mata kudanya sendiri dalam melihat orang lain. Pun mereka terhadap kita.Tak perlu bersusah payah membuat mereka mengerti. Tak perlu meminta dipahami dengan membuang harga diri.

Sebab suatu hari, kita akan bertemu orang-orang yang tanpa diminta akan mencoba memahami; orang-orang yang dengan senang hati berusaha mengerti. Meski tentu tak pernah mengerti sepenuhnya, tapi mereka selalu berupaya.

Suatu hari kita akan bertemu dengan orang- orang yang selalu mempertanyakan perihal keadaan kita yang sebenarnya. Bukan sekedar yang dapat dilihat mata. Takperlu memaksa! Kadang, bahkan kita takperlu mencari, sebab mereka akan datang sendiri.

I know who I am. I am not perfect. I’m not the most beautiful woman in the world. But I’m one of then —Mary J.Blige

Perempuan ...
Berhenti meminta dimengerti! Berjalanlah dengan penuh harga diri!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Choose You

Perjalanannya masih jauh, masih panjang. Banyak sekali yang patah. Banyak sekali yang gagal. Dan banyak sekali yang berakhir dengan “ya udahlah ... mau gimana lagi?”. Butuh banyak waktu untuk sembuh, ada banyak sekali keributan di kepala yang rasanya ingin dibagi sedikit saja dengan orang lain. Tapi rasanya ... lebih baik menyimpannya sendirian daripada membagikannya pada mereka yang tidak mau memahami keadaan. Mungkin nanti aku akan mencoba lebih membuka diri dan menulisakan harap lagi tapi tidak hari ini. Beberapa kegagalan juga perlu peratapan secukupnya, bukan?. Ahhhh sudah lama sekali deraian air mata ini tertahan dan kali ini aku menumpahkannya bersama derasnya air hujan. Do you need hug? What? Sontak suara dan rangkulan itu membuat aku tersadar dari lamunan panjang masa lalu, seraya membalikan diri, memandang bingung sosok dengan berwajah sendu yang berdiri tegap didepanku. Ternyata sedarilama dia memperhatikanku, hanya karena aku sedang asyik dengan duniaku, sehingga tidak...

goals, growing and glowing

Waktu terbaik untuk mengunjungi Polandia adalah Mei - September. bulan-bulan ini memiliki cuaca paling hangat dan lembap sepanjang tahun, dengan kemungkinan curah hujan yang meningkat pada bulan-bulan musim panas. Kemeriahan menjelang Natal adalah hiburan yang sempurna dari langit suram dan suhu dingin yang dibawa bulan Desember ke polandia. Pasar-pasar meriah menerangi alun-alun kota di seluruh negeri. Namun, Pasar Natal Barbican di Warsaw adalah yang paling menonjol. Dengan latar rotunda bata merah menyala, pasar ini penuh akan kios-kios yang menjual kerajinan tradisional, kue, dan wine rempah agar Anda tetap hangat saat menjelajah. Di Krakow, bulan Desember dimulai dengan Christmas Cribs, suatu kompetisi untuk mencari tahu siapa yang dapat membangun crèche Natal yang paling indah. Akan ada salju di mana-mana, jadi pastikan untuk membawa pakaian musim dingin yang paling hangat dan sepasang sepatu bot tahan air. Akan ada juga banyak pest...

Me, My Self and I

Alunan nada rintikan hujan malam ini memberikan ketenangan dengan lantunan melodinya yang begitu indah. Banyak orang yang bilang bahwa umur 20-29 tahun sebagai fase pembuktian. Fase dimana paling tidak ada dua life-crisis yang harus dilewati oleh setiap orang. Krisis setelah lulus dan mulai masuk ke dunia profesional dan krisis memutuskan untuk menikah dengan siapa. Ditengah ramainya dunia maya membahas kegalauan dan romantisme usia 20+, banyak yang lupa bahwa di tahap yang sama mereka harus berjuang membuktikan diri kepada dunia tentang siapa dia. Tentang peran apa yang dia ambil di masyarakat yang majemuk ini. Apakah dia menjadi sampah masyarakat, menjadi orang biasa, atau menjadi orang yang ahli? Selepas kita selesai sekolah yang sangat panjang, kurang lebih 16 tahun sejak masuk TK. Kita akan menyadari bahwa kita harus mengambil satu peran yang kemudian akan kita mainkan seumur hidup. Peran itu mungkin dulu pernah mengema menjadi cita-cita kita semasa kecil. Mainkanlah peran ...