Kilas balik tentang apa yang kita sebut sebuah perjuangan.
Mungkin jika permasalahannya adalah
orang ketiga, kupastikan salah satu dari kita terluka, namun seiring waktu luka
itu akan terobati, kupastikan aku masih bersedia berjuang membersamai.
keputusan bertahan dan saling berbenah diri itu yang kupilih
Mungkin jika permasalahannya adalah
orang tua, kupastikan aku juga bersedia berjuang bersama meyakinkan bahwa kita
adalah satu pasang insan yang ditakdirkan oleh Tuhan
Mungkin jika permasalahannya adalah
status sosial, kupasatikan aku bersedia berjuang bersama, belajar menjadi
perempuan yang lebih baik lagi, dan akan gigih untuk membuat kita dalam status
sosial yang sama. mengubah pandangan orang bahwa bukan cuma aku yang beruntung
mendapatkan kamu, tapi juga kamu beruntung mendapatkanku, saling melengkapi seperti hubungan simbiosis mutualisme. Aku percaya dan selalu yakin, tidak ada hasil yang
mengkhianati usaha.
Ketika masalah orang seiman hanya
tentang orang ketiga dan restu orang tua atau mungkin hanya karena status
sosial. Aku dan Kamu saling menatap dan menyadarkan diri, tertegun serta
terdiam seribu bahasa. Hei, sampai kapan kita harus tahan dalam kebingungan?
Mendengar kata di sekitar kita yang terus mengatakan "bahwa kita tak bisa
bersama". Lama sudah aku dan kamu mencoba untuk menentukan arah. Mereka
benar, kita memiliki perbedaan yang begitu jauh. Rumit!!!
Hmm ...
Saat dua hati ingin menyatu. Disini, aku dan kamu saling mencintai
namun terhalang oleh batas yang tak kasat mata dan begitu sulit dirobohkan
yaitu iman.
Aku terlalu menikmati waktu yang
berjalan, cerita ini kusimpan rapat, entah mengapa kali ini aku ingin
menuliskannya. Seolah inginku mengingat dan bercerita kembali tentang cerita
senja yang tak sewarna.
Ketika kalung Rosario mu bertemu dengan Tasbihku
Ketika Kiblatku bertemu dengan Altarmu
Ketika Adzan yang berkumandang dan Lonceng yang berdentang
Antara ucapan Syalam syalom dengan Assalamu'alaikum saat menyapa
Antara Alhamdulillah dan puji
Tuhan saat kita memanjatkan rasa syukur
Atau antara saat aku membuka tanganku
untuk berdo'a beralaskan sajadah dan kamu menggenggam tanganmu untuk berdo'a
Salahkah keadaan bila terlanjur mencinta
meski kita tak sama? Apakah mungkin semesta akan menyatukan kita? Padahal kita berdua yakin perihal jodoh, maut, rezeki dan segala sesuatunya
sudah ada yang menggoreskan takdir?
Kata itu yang terus terbesit dalam benakku. mencoba bertahan
dengan toleransi dan saling menghargai, namun tetap saja
kita tidak bisa merobohkan perbedaan ini karena sesungguhnya iman kita yang
berbicara. benarkan?
Akan menjadi sebuah kesalahan apabila kita saling menunggu salah satu iman kita menyerah.
Aku pernah berkata:
"Jika mencintaiku dilarang oleh agamamu maka
tinggalkan aku dan kembalilah pada Tuhanmu, karena sesungguhnya yang selalu ada
untukmu adalah Tuhanmu bukan aku"
Setelah sekian lama bersama kita harus memutuskan untuk berpisah
karena percuma saja sebuah hubungan dilanjutkan hanya akan berujung penyesalan
dan luka yang begitu dalam nantinya
Aku tidak pernah menyalahkan Tuhan akan rasa sakit ini karena
sesungguhnya Tuhan telah menyelamatkanku dari hubungan yang akhirnya akan
membuatku terbelenggu dalam kebingungan. Sebelumnya terimakasih untukmu dan
Tuhan karena telah mengajariku arti cinta yang sebenarnya.
Aku cinta kamu, tapi aku lebih cinta Tuhanku. Aku percaya
denganmu, tapi aku lebih percaya kepada Tuhanku. sederhana, disaat Jum'at dan
Minggu berdekatan namun terasa jauh karena perbedaan, Sabtu bagiku adalah sebuah
dinding kokoh dan besar yang menjadi pemisah antara kita.
Meski begitu berat rasanya meninggalkanmu yang telah lama berada
dan memberikan warna dibumiku, tapi aku tersadar Tuhan menemukan kita agar kita
lebih mencintai-Nya karena kita selalu dipilihkan oleh dua pilihan lebih
mencintai yang Menciptakan atau yang Diciptakan, Tuhan memang satu tapi
keyakinan kita yang berbeda kamu percaya pada Roh Kudus yang berada di surga
dan aku percaya pada Allah sang pencipta penguasa alam semesta.
Lima tahun berlalu, dan aku masih menjadi sosok yang sama
untuknya. dengan keikhlasan cinta manusia, meski tak bisa bersama
.... dalam hening sepiku rindu, pada sosok yang
sama diwaktu yang berbeda-beda
Untuk semesta, tolong sampaikan surat rindu dari sujudku untuk dia
yang berada di gereja
Untuk Yesus, tolong jaga dia, jangan hilangkan dia dari bumi,
buatlah ia selalu tersenyum bahagia menjadi seseorang yang bermanfaat dalam hal
positif bagi khalayak banyak, karena aku tau dia adalah orang yang baik
Untuk Allahku, terimakasih atas nafas, kesempatan, nikmat tawa,
suka dan duka yang Engkau berikan kepadaku secara cuma-cuma, Izinkan aku selalu
bersama-Mu, jangan biarkan kecewa dan sedihku semakin dalam, teguh dan yakinkan
aku selalu atas takdir yang Engkau berikan kupercaya itu yang terbaik untuk
kehidupanku di bumi ini ataupun nanti diakhirat.
Genggam dan peluk erat jiwa dan raga manusia rapuh ini, Allah biarkan aku untuk selalu mencintai-Mu ❤️
Komentar
Posting Komentar