Langsung ke konten utama

Cerita Agustus dan Sebuah Kenangan

Kilas balik tentang apa yang kita sebut sebuah perjuangan.

Mungkin jika permasalahannya adalah orang ketiga, kupastikan salah satu dari kita terluka, namun seiring waktu luka itu akan terobati, kupastikan aku masih bersedia berjuang membersamai. keputusan bertahan dan saling berbenah diri itu yang kupilih

Mungkin jika permasalahannya adalah orang tua, kupastikan aku juga bersedia berjuang bersama meyakinkan bahwa kita adalah satu pasang insan yang ditakdirkan oleh Tuhan

Mungkin jika permasalahannya adalah status sosial, kupasatikan aku bersedia berjuang bersama, belajar menjadi perempuan yang lebih baik lagi, dan akan gigih untuk membuat kita dalam status sosial yang sama. mengubah pandangan orang bahwa bukan cuma aku yang beruntung mendapatkan kamu, tapi juga kamu beruntung mendapatkanku, saling melengkapi seperti hubungan simbiosis mutualisme.  Aku percaya dan selalu yakin, tidak ada hasil yang mengkhianati usaha. 

Ketika masalah orang seiman hanya tentang orang ketiga dan restu orang tua atau mungkin hanya karena status sosial. Aku dan Kamu saling menatap dan menyadarkan diri, tertegun serta terdiam seribu bahasa. Hei, sampai kapan kita harus tahan dalam kebingungan? Mendengar kata di sekitar kita yang terus mengatakan "bahwa kita tak bisa bersama". Lama sudah aku dan kamu mencoba untuk menentukan arah. Mereka benar, kita memiliki perbedaan yang begitu jauh. Rumit!!!

Hmm ... 

Saat dua hati ingin menyatu. Disini, aku dan kamu saling mencintai namun terhalang oleh batas yang tak kasat mata dan begitu sulit dirobohkan yaitu iman.

Aku terlalu menikmati waktu yang berjalan, cerita ini kusimpan rapat, entah mengapa kali ini aku ingin menuliskannya. Seolah inginku mengingat dan bercerita kembali tentang cerita senja yang tak sewarna.

Ketika kalung Rosario mu bertemu dengan Tasbihku

Ketika Kiblatku bertemu dengan Altarmu 

Ketika Adzan yang berkumandang dan Lonceng yang berdentang 

Antara ucapan Syalam syalom dengan Assalamu'alaikum saat menyapa

Antara Alhamdulillah dan puji Tuhan saat kita memanjatkan rasa syukur

Atau antara saat aku membuka tanganku untuk berdo'a beralaskan sajadah dan kamu menggenggam tanganmu untuk berdo'a

Salahkah keadaan bila terlanjur mencinta meski kita tak sama? Apakah mungkin semesta akan menyatukan kita? Padahal kita berdua yakin perihal jodoh, maut, rezeki dan segala sesuatunya sudah ada yang menggoreskan takdir?

Kata itu yang terus terbesit dalam benakku. mencoba bertahan dengan toleransi dan saling menghargai,  namun tetap saja kita tidak bisa merobohkan perbedaan ini karena sesungguhnya iman kita yang berbicara. benarkan?

Akan menjadi sebuah kesalahan apabila kita saling menunggu salah satu iman kita menyerah.

Aku pernah berkata:

"Jika mencintaiku dilarang oleh agamamu maka tinggalkan aku dan kembalilah pada Tuhanmu, karena sesungguhnya yang selalu ada untukmu adalah Tuhanmu bukan aku"

Setelah sekian lama bersama kita harus memutuskan untuk berpisah karena percuma saja sebuah hubungan dilanjutkan hanya akan berujung penyesalan dan luka yang begitu dalam nantinya

Aku tidak pernah menyalahkan Tuhan akan rasa sakit ini karena sesungguhnya Tuhan telah menyelamatkanku dari hubungan yang akhirnya akan membuatku terbelenggu dalam kebingungan. Sebelumnya terimakasih untukmu dan Tuhan karena telah mengajariku arti cinta yang sebenarnya. 

Aku cinta kamu, tapi aku lebih cinta Tuhanku. Aku percaya denganmu, tapi aku lebih percaya kepada Tuhanku. sederhana, disaat Jum'at dan Minggu berdekatan namun terasa jauh karena perbedaan, Sabtu bagiku adalah sebuah dinding kokoh dan besar yang menjadi pemisah antara kita. 

Meski begitu berat rasanya meninggalkanmu yang telah lama berada dan memberikan warna dibumiku, tapi aku tersadar Tuhan menemukan kita agar kita lebih mencintai-Nya karena kita selalu dipilihkan oleh dua pilihan lebih mencintai yang Menciptakan atau yang Diciptakan, Tuhan memang satu tapi keyakinan kita yang berbeda kamu percaya pada Roh Kudus yang berada di surga dan aku percaya pada Allah sang pencipta penguasa alam semesta. 

Lima tahun berlalu, dan aku masih menjadi sosok yang sama untuknya. dengan keikhlasan cinta manusia, meski tak bisa bersama

.... dalam hening sepiku rindu, pada sosok yang sama diwaktu yang berbeda-beda

Untuk semesta, tolong sampaikan surat rindu dari sujudku untuk dia yang berada di gereja

Untuk Yesus, tolong jaga dia, jangan hilangkan dia dari bumi, buatlah ia selalu tersenyum bahagia menjadi seseorang yang bermanfaat dalam hal positif bagi khalayak banyak, karena aku tau dia adalah orang yang baik 

Untuk Allahku, terimakasih atas nafas, kesempatan, nikmat tawa, suka dan duka yang Engkau berikan kepadaku secara cuma-cuma, Izinkan aku selalu bersama-Mu, jangan biarkan kecewa dan sedihku semakin dalam, teguh dan yakinkan aku selalu atas takdir yang Engkau berikan kupercaya itu yang terbaik untuk kehidupanku di bumi ini ataupun nanti diakhirat.

Genggam dan peluk erat jiwa dan raga manusia rapuh ini, Allah biarkan aku untuk selalu mencintai-Mu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Choose You

Perjalanannya masih jauh, masih panjang. Banyak sekali yang patah. Banyak sekali yang gagal. Dan banyak sekali yang berakhir dengan “ya udahlah ... mau gimana lagi?”. Butuh banyak waktu untuk sembuh, ada banyak sekali keributan di kepala yang rasanya ingin dibagi sedikit saja dengan orang lain. Tapi rasanya ... lebih baik menyimpannya sendirian daripada membagikannya pada mereka yang tidak mau memahami keadaan. Mungkin nanti aku akan mencoba lebih membuka diri dan menulisakan harap lagi tapi tidak hari ini. Beberapa kegagalan juga perlu peratapan secukupnya, bukan?. Ahhhh sudah lama sekali deraian air mata ini tertahan dan kali ini aku menumpahkannya bersama derasnya air hujan. Do you need hug? What? Sontak suara dan rangkulan itu membuat aku tersadar dari lamunan panjang masa lalu, seraya membalikan diri, memandang bingung sosok dengan berwajah sendu yang berdiri tegap didepanku. Ternyata sedarilama dia memperhatikanku, hanya karena aku sedang asyik dengan duniaku, sehingga tidak...

goals, growing and glowing

Waktu terbaik untuk mengunjungi Polandia adalah Mei - September. bulan-bulan ini memiliki cuaca paling hangat dan lembap sepanjang tahun, dengan kemungkinan curah hujan yang meningkat pada bulan-bulan musim panas. Kemeriahan menjelang Natal adalah hiburan yang sempurna dari langit suram dan suhu dingin yang dibawa bulan Desember ke polandia. Pasar-pasar meriah menerangi alun-alun kota di seluruh negeri. Namun, Pasar Natal Barbican di Warsaw adalah yang paling menonjol. Dengan latar rotunda bata merah menyala, pasar ini penuh akan kios-kios yang menjual kerajinan tradisional, kue, dan wine rempah agar Anda tetap hangat saat menjelajah. Di Krakow, bulan Desember dimulai dengan Christmas Cribs, suatu kompetisi untuk mencari tahu siapa yang dapat membangun crèche Natal yang paling indah. Akan ada salju di mana-mana, jadi pastikan untuk membawa pakaian musim dingin yang paling hangat dan sepasang sepatu bot tahan air. Akan ada juga banyak pest...

Me, My Self and I

Alunan nada rintikan hujan malam ini memberikan ketenangan dengan lantunan melodinya yang begitu indah. Banyak orang yang bilang bahwa umur 20-29 tahun sebagai fase pembuktian. Fase dimana paling tidak ada dua life-crisis yang harus dilewati oleh setiap orang. Krisis setelah lulus dan mulai masuk ke dunia profesional dan krisis memutuskan untuk menikah dengan siapa. Ditengah ramainya dunia maya membahas kegalauan dan romantisme usia 20+, banyak yang lupa bahwa di tahap yang sama mereka harus berjuang membuktikan diri kepada dunia tentang siapa dia. Tentang peran apa yang dia ambil di masyarakat yang majemuk ini. Apakah dia menjadi sampah masyarakat, menjadi orang biasa, atau menjadi orang yang ahli? Selepas kita selesai sekolah yang sangat panjang, kurang lebih 16 tahun sejak masuk TK. Kita akan menyadari bahwa kita harus mengambil satu peran yang kemudian akan kita mainkan seumur hidup. Peran itu mungkin dulu pernah mengema menjadi cita-cita kita semasa kecil. Mainkanlah peran ...